Lebih baik seperti ini. Jauh.
Sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Dengan begini kita bisa fokus memperbaiki diri kan??
Toh, kita masih bisa menitip rindu melalui do'a.
Lebih baik seperti ini. Jauh.
Tidak saling sapa melainkan jika kau memiliki keperluan penting denganku.
Tapi bukan berarti kita menjadi acuh.
Sesekali kita bisa saling sapa, berdiskusi bersama, itu akan lebih menyenangkan.
Tentunya dengan batasan yang telah ada.
Lebih baik seperti ini. Jauh.
Kau tidak usah repot-repot memberi perhatian lebih padaku. Bila perhatian yang kau berikan memiliki arti lain.
Lebih baik kau memberikan perhatian kepada keluarga mu.
Toh, kamu bisa mendoakan ku agar menjadi pribadi yang lebih baik bukan?? Menurutku itu adalah perhatian yang jauuuh lebih baik.
Lebih baik seperti ini. Jauh.
Bila kau lelah dengan sikapku yang seperti ini. Tak mengapa.
Bila kau lebih memilih orang lain. Tak mengapa.
Karna ku yakin, diluar sana ada seseorang yang sama denganku.
Memilih jalan seperti ini. Memilih sendiri.
Sampai Allah mendatangkan ‘seseorang’ yang pantas untuknya, yaitu aku.
Lebih baik seperti ini. Jauh.
Karna dengan begini, aku bisa memperbaiki diri dengan fokus.
Karna aku sadar, bahwa aku masih jauh dari 'sempurna'. Walaupun aku tahu di dunia ini tidak ada yang sempurna.
Setidaknya selama kita berjauhan seperti ini aku bisa memperbaiki diri lagi.
Sehingga pada saat kita bertemu nanti, kita telah siap, untuk menyempurnakan ibadah di dunia ini.
Bogor, 2 Agustus 2015. (NFH)
-----------------------------------------------------------------------
Akhirnya setelah sekian lama ga di isi blognya, sekarang bisa ke isi juga dengan tulisan saya yang pertama 😁😁😁 *yeeee prok prok prok*
Masih belajar nulis & sedikit curhat. Hehehe 😊😊😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar